Ejakulasi Dini Dan Penanganannya

Posted by Hasna Nabila Rabu, 10 April 2013 0 komentar
Ejakulasi dini merupakan penetrasi atau keluarnya cairan sperma terlalu cepat saat berhubungan intim. Ada beberapa jenis ejakulasi dini berdasarkan kriteria waktu keluarnya. Misalnya ketidakmampuan menahan orgasme sampai dua menit, tidak mampu menahan sampai pasangan orgasme, dan kemampuan pria dalam menahan orgasme sesuai keinginan.

Ejakulasi dini sangat berpengaruh terhadap keharmonisan kehidupan keluarga. Karena mempengaruhi kepuasan pasangan. Oleh sebab itu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus diobatai dan ditangani secara serius.

Ada dua penyebab ejakulasi dini, yaitu penyebab fisik dan penyebab psikis. Penyebab fisik biasanya terjadi karena tubuh kita kekurangan zat yang bernama serotonin. Jika pria kekurangan zat in,i maka akan terjadi penetrasi yang terlalu cepat. Karena serotonin berfungsi untuk menghambat ejakulasi. Sedangkan pada penyebab psikis biasanya terjadi karena stres, gelisah, galau yang berkepanjangan pada pasangan yang baru nikah karena kaget atau belum terbiasa dapat menyebabkan penetrasi yang terlalu cepat.

Ejakulai dini dapat diatasi dengan beberapa pengobata berikut ini.

  • Terapi fisik. Dapat dilakukan dengan pasangan agar terbiasa dengan kondisi fisik kedua pasangan sehingga tidak mudah ejakulasi.
  • Terapi psikologis. Pada terapi ini Anda bisa memanfaatkan jasa psikolog atau psikiater untuk membantu mengembalikan kondisi psikologis Anda.
  • Terapi medikamentosa atau terapi menggunakan obat-obatan. Obat yang diminum bertujuan untuk mengatur zat serotin dalam tubuh. Sedangkan pada penggunaan obat-obatan ada dua macam, yaitu obat yang diminum dan obat yang dioleskan. Pada obat yang dioleskan bertujuan untuk mengurangi kepekaan terhadap rangsangan agar tidak cepat orgasme.

Perlu diingat bahwa ejakulasi dini tidak mempengaruhi kualitas sperma. Jadi meskipun mengalami penetrasi yang terlalu cepat sama sekali tidak berpengaruh terhadap kesuburan pria. Sebaiknya lebih dulu dikonsultasikan dengan dokter ahli agar pengobatan dan terapi yang diambil dapat tepat sasaran dan tidak membahayakan diri Anda dan pasangan.



0 komentar: